| 30 November 2011

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Gelaran Festival Teater Jakarta 2011 resmi dibuka Selasa malam, 29 November, dan akan berlanjut hingga 14 Desember 2011. FTJ Kali ini akan menampilkan 14 grup teater hasil seleksi dari lima wilayah Jakarta, yang tampil menyebar di beberapa ruang pertunjukan di Jakarta. FTJ yang ke-39 sejak digelar pertama kali tahun 1976 ini mengambil tema “Membaca Aku, Membaca Laku” yang dimaksudkan menjadikannya sebagai platform pembentukan potensi teaterawan ibukota.
Menurut Ketua Panitia FTJ 2011, Malhamang Zamzam, seleksi peserta yang dilakukan di lima wilayah itu menyaring 56 kelompok dan mengambil 15 terbaik, ditambah satu pemenang
tahun sebelumnya. Tetapi dua dari 16 grup itu, Teater Gumilar dan Teater Pohon,
mengundurkan diri karena menolak
pelaksanaan di luar kompleks Taman Ismail Marzuki.
Tahun ini FTJ akan dilaksanakan di delapan tempat. Dimulai di Teater
Jakarta, TIM, dan akan ditutup di Gedung Kesenian Jakarta. Menurut Dewi Noviami, Ketua Komite Teater
Jakarta, pelaksanaan di luar TIM ini yang pertama sejak FTJ digelar kembali di
TIM tahun 2006, “Ada kekhawatiran bila FTJ tercampak dari tempat yang dianggap pusat kesenian ini,”
Namun menurutnya masalah ini tidak akan mengganggu pelaksanaan FTJ, tapi masalah
ini akan dibicarakan setelah FTJ berakhir, “Komite Teater akan memecahkan
masalah ini. Bersama asosiasi teater lima wilayah akan mengadakan kongres untuk
menyelesaikan kebingungan penyelenggaraan FTJ kali ini,” Novi menekankan bahwa
yang terpenting adalah pembinaan terhadap kelompok teater amatir dan menjadikan
lomba sebagai sebuah pameran
capaian artistik dari proses pembinaan tersebut.
Peserta FTJ 2011 berdasarkan urutan tampil adalah Stage Corner Community,
Teater Sketsa, Teater Merah Maroon, Teater Anam, Teater Popcorn, Teater Mode,
Teater Pangkeng, Teater Fitrah, Study Teater 24, Teater Ghanta, Teater El Nama,
Teater Nonton, Teater Indonesia, dan Teater Amoeba. Kelompok-kelompok teater
ini akan berebut sebelas
penghargaan meliputi Grup Terbaik I,II, dan III, Sutradara Terbaik, Tata Artistik
Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik, Aktor dan Aktris Pembantu Terbaik, Tata Musik
Terbaik, serta Naskah Drama Asli Terbaik.
Pembukaan FTJ dimulai dengan pertunjukan tiga aliran silat dari
kepulauan seribu. Festival ini kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Arie Budiman. Dilanjutkan
dengan pementasan Wayang Kampung Sebelah yang membawakan lakon “Pelacur dalam
Perspektif Sosiologis”. Sekocak judulnya, Ki Jelitheng Suparman bersama
rombongan wayangnya berhasil memenuhi ruang Teater Jakarta dengan ledakan tawa
penonton.
Seluruh penampilan peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri
dari Putu Wijaya, N. Riantiarno, Benny Johannes, Dindon WS dan Afrizal Malna. Selain
pementasan teater, FTJ 2011 juga menyelenggarakan beberapa acara pendukung
yaitu: pasar drama, warung
kepulauan seribu, diskusi tematik, peluncuran buku, pemutaran dokumentasi video
teater dan penerbitan majalah teater.
Add this page to your favorite Social Bookmarking websites









