Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Kesan Menembus Batas

Beberapa minggu lalu saya menonton pameran dan mencoba memamparkannya dengan gaya rekaman pribadi dengan sebuah tulisan. Atau boleh dikatakan kesan yang berperspektif intimate-personal. Pameran tersebut adalah Martell Contemporary Art Exhibition 2014: Challenging The Boundaries.

Kesan Menembus Batas Kesan Menembus Batas

Menimbang Regulasi Seni Jalanan

Seni jalanan atau street art adalah sebuah fenomena unik di ranah publik. Ada semangat muda dengan energi urban berdetak disana. Dibeberapa negara aktifitasnya diatur Undang-Undang Tata-Kota. Dikelola sedemikian rupa, dikemas tanpa terseret hanya menjadi komoditas…

Aku Sensasional Maka Aku Ada

Seorang perupa menelpon, dan ia meminta saya menuliskan sesuatu sebagai sebuah pengantar berpameran solo bertema Metro-Sensual. Tentu Anda tahu, bahwa permintaan seorang sahabat tak bisa ditampik begitu saja. Meski waktu dan energi yang tersedia sepertinya…

Tembok Belajar di Kampung Babakan

It is not what you see that is important but what takes place between people. -  Rirkrit TiravanijaKutipan diatas diambil dari seniman dunia berasal dari Thailand yang percaya bahwa seni mampu berkoneksi langsung dengan kehidupan…

Hari Kiamat Tidak Jatuh Pada Hari Libur

Ada yang terasa berbeda di galeri rupa Taman Budaya NTB pada minggu malam, 7 Juli 2013. Gedung tempat pameran senirupa satu-satunya di NTB yang biasanya terisi karya-karya seni konvensional seperti Lukisan dua dimensi, sketsa, patung…

You are here: Home Peristiwa Pameran Seni Rupa: Otak Kartun Dodo Karundeng, Deductio Cartone!

Pameran Seni Rupa: Otak Kartun Dodo Karundeng, Deductio Cartone!

PDFPrintE-mail



IndonesiaSeni.com, Jakarta - Pada kertas dan kanvas Dodo Karundeng mengguratkan nalar deduksinya atas fenomena kehidupan. Biasanya, itu berupa print photograph. Kali ini lain. Otaknya berselancar di atas kertas gambar putih dengan pensil, tinta ballpoint, spidol, begitu saja menuruti fantasi komedi pikirannya. "Otak itu bodoh, tindakanlah yang mencerdaskannya", tagline salah satu kartunnya yang di pamerkan di dinding Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki, 19-28 Februari 2012. Maka, dibantu tindakan kreatiflah ia menghidupkan nalar dalam kesederhanaan gambar untuk menggetarkan kompleksitas memori manusia atas keberlangsungan peristiwa.?"Kalau otak kita tak bergetar, sebuah kartun hanyalah gambar mati di hadapan kita," demikianlah Dodo Karundeng menandaskan tentang kartun dan kinerja kartunis bersama audiens-nya.


Menikmati 70 penampilan kartun Dodo Karundeng dalam medium kertas dan kanvas, dominasi hitam putih, terkesan apa adanya, namun tidak bisa selintas pandang. Dodo memberi karakter pada setiap benda sehingga menjadi makhluk hidup, misalnya komodo-air. Kepala pesawat diberi mata yang cantik memandang awan, dan garis bibir seperti ingin tersenyum, mendongak ke atas langit. Awan-awannya juga memiliki garis gerak melayang, sedangkan di bawah pesawat komodo-air, pulau-pulau Indonesia seakan sekumpulan makhluk yang menggeliat (memberontak?). Sebaliknya dalam kartun yang lain, kepala (belakang) manusia (dewasa) dibentuk hati dan batang leher berwarna semerah darah, keras bagaikan bukit batu, ditenggeri dua burung kecil dan di kanan kiri sisi leher seorang bocah laki-laki dan gadis kecil mengulik (hati nurani?) dengan peralatan bangunan sederhana. Hanya batu-batu kecil yang jatuh dari kekeraskepalaan dan hati itu. Sementara masyarakat ramai sekadar menonton, massal namun pasif.


Dodo Karundeng tak memberi verbalisme teks, sehingga di kartun bernuansa ironi cinta merah darah itu nalar kita mesti memparafrasekan semiotikanya. Akan tetapi, semua kerumitan tanda dalam kartun-kartun Dodo Karundeng masih menempati deduksi imajinasi kita bersama. Apatisme, kritik sosial, kemuakan politik dan kemunafikan manusia, intelektual, akademisi, sekaligus kecerdasan kanak-kanak dan harapan lugu damai dalam langkah hidup, semua itu adalah representasi otak sang kartunis yang juga berada dalam dunia otak kita sendiri. Bedanya, kita pada umumnya--mungkin memikirkannya dalam kerangka teorema kaku, Dodo Karundeng menggelembungkan secara jenaka--ciri khas kreator kartun modern. ?

Kartun modern dalam arsip majalah Intisari (1992), dipelopori seniman Prancis abad 19, Homore Damiere yang dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikaturi Raja Louis Philips. Kartunis untuk majalah dan koran Prancis ini memang memilih para pemimpin negerinya sebagai objek kartunnya sesuai situasi dan kondisi sosial politik. Sejak itulah kartun yang berasal dari bahasa latin Italia cartone beranjak dari sejarah peradaban klasik yang menurut bukti arkeologi telah menghiasi dinding-dinding kehidupan Mesir Kuno dan Yunani Kuno.


Cartone, artinya kertas tebal. Dalam teori seni rupa sebenarnya rancangan (sketsa) untuk lukisan pada kanvas, dinding, kaca, dan lain sebagainya. Pelukis Leonardo da Vinci menggunakan 8 lapis kertas, kapur hitam putih, dan arang untuk jenis kartunnya yang terkenal The Virgin and Child with St Anne and St John the Baptist atau juga disebut The Burlington House Cartoon. Kartun tersebut tidak bersifat humor dan nampaknya akan diparipurnakan sebagai lukisan. Tetapi sampai sekarang tidak pernah ditemukan lukisan pengembangan dari kartun tersebut. Pablo Picasso juga termasuk seniman seni rupa dengan kartun-kartunnya yang istimewa. Dodo Karundeng mungkin menjadikannya salah satu idola. Dalam salah satu kartunnya Dodo memberi judul "Halo Pablo!" pada sebuah gambar hitam putih di mana sang pria dalam bingkai melambaikan tangan pada wanita yang menatapnya. Komedi di sini ialah yang di dalam bingkailah yang seolah mengatakan halo. Lagi, permainan nalar. Karena prinsip berkartun Dodo Karundeng: "Kartun adalah gambar sederhana yang bercerita. Opini dari sang kartunis.

Kartun kelak juga menjadi catatan atau gambaran dari masanya. Menjadi kartunis adalah usaha belajar dengan modal pengalaman dan pengetahuan yang ada, guna merespons realita, misalnya dalam kasus korupsi, masalah sosial-politik, peristiwa kemanusiaan, bahkan masalah teknologi (seperti siswa-siswa SMK yang mulai membuat atau merakit mobil itu,).

Foto-foto dalam tulisan ini diambil dari Katalog Pameran "Otak Kartun - Dodo Karundeng"



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites

Add comment


Security code
Refresh

  •    Latest News   

  •    Most Read   

  •    Hot News   

290x70-3


Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Apresiasi

  • Sosok

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
  • Esai

contrib
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Peluang dan Kesempatan

Twitter Updates

Copyright © 2011 Indonesia Seni - Bentang Informasi Seni dan Budaya Indonesia.