Musik Headlines

Prev Next

Catatan Tour Ary Juliyant Ke India

Catatan Tour Ary Juliyant Ke India

  Ary Juliyant : "Musik Itu Perlu Kejujuran" Salam hangatku kepada ikan-ikan di laut lepasDari seberang selat hingga ke samodra IndonesiaBiru laut adalah cinta yang membiarkan ku hanyutSeberangi O bahagia yang membiarkanku berair mata IndonesiaSeni.com, Mataram - Namanya Ary Juliyant. Lahir di Bandung 31 Juli 1964. Dari namanya pasti ia seorang seniman. Mantan aktivis mahasiswa...

Team Redaksi Comments 07 Mar 2011 Hits:2647 Sosok Musik

Read more

NgaYogJazz 2011: Jazz Sebagai Musik Rakyat

NgaYogJazz 2011: Jazz Sebagai Musik Rakyat

    IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jika anda berpikir bahwa musik jazz adalah musik kaum elit, yang hanya dimainkan di hotel dengan tiket yang mahal, segera buang pikiran anda. Sebab, bagi musisi Djaduk Ferianto pandangan itu sudah kadaluarsa. Lewat hajatan Ngayogjazz  yang digelar tiap tahun, Djaduk mengemas pagelaran Jazz sebagai pagelaran musik rakyat. Oleh karena itu, sebagai musik...

Team Redaksi Comments 17 Jan 2011 Hits:1415 Berita Utama

Read more

"Recovery Merapi", Keprihatinan Daniel Sahuleka

    IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ada wajah haru yang tak mampu disembunyikan Daniel Sahuleka, melihat betapa parahnya lokasi bencana Merapi. Penyanyi  Belanda yang populer dengan lagu "Don’t Sleep Away" itu mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi para pengungsi. "Aku tak bisa bilang apapun. Sungguh aku sangat sedih melihat mereka," ujar Daniel Minggu (2/1) di Jogja.

Team Redaksi Comments 04 Jan 2011 Hits:4226 Berita Utama

Read more
  • Berita Utama
  • Sosok
  • Wacana & Kritik
Catatan Tour Ary Juliyant Ke India

Catatan Tour Ary Juliyant Ke India

  Ary Juliyant : "Musik Itu Perlu Kejujuran" Salam hangatku kepada ikan-ikan di laut le...

Mengenang Sang Maestro Karawitan

Mengenang Sang Maestro Karawitan

  “Kalau cinta, bang//Bukan ketok magic//Ditutup-tutup pantang dilirik//Cinta terasa as...

Tika and The Dissidents, Sebuah Kolase yang Memprovokasi

Tika and The Dissidents, Sebuah Kolase y

    IndonesiaSeni.com, Jakarta - Tika and The Dissidents, sebuah ba...

Gugun & Blues Shelter, Spirit Muda dalam Blues

Gugun & Blues Shelter, Spirit Muda dalam

Indonesiaseni.com, Jakarta - Musik Blues telah menginspirasi be...

Error: Any articles to show

Art Camp

zi factor Banner



Home / Musik
A+ R A-

Indonesia Seni - Musik

07 Mar
E-mail Print PDF

aryjuliant1

 

Ary Juliyant : "Musik Itu Perlu Kejujuran"

Salam hangatku kepada ikan-ikan di laut lepas
Dari seberang selat hingga ke samodra Indonesia
Biru laut adalah cinta yang membiarkan ku hanyut
Seberangi O bahagia yang membiarkanku berair mata

IndonesiaSeni.com, Mataram - Namanya Ary Juliyant. Lahir di Bandung 31 Juli 1964. Dari namanya pasti ia seorang seniman. Mantan aktivis mahasiswa pecinta alam MAPAK ALAM UNPAS Bandung ini sudah lebih dari 15 tahun tinggal di Lombok. Aktivitasnya sehari-hari memang tidak lepas dari urusan kesenian. Jika anda sempat berlibur atau berkunjung ke Lombok, silahkan ke Senggigi. Hampir setiap hari ia manggung bersama kelompoknya, Ary Juliyant & Folk di beberapa café dan bar di Senggigi. Seniman penghibur? Jangan salah…

Last Updated on Wednesday, 01 June 2011 07:49
17 Jan
E-mail Print PDF

 

tohpati1

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jika anda berpikir bahwa musik jazz adalah musik kaum elit, yang hanya dimainkan di hotel dengan tiket yang mahal, segera buang pikiran anda. Sebab, bagi musisi Djaduk Ferianto pandangan itu sudah kadaluarsa. Lewat hajatan Ngayogjazz  yang digelar tiap tahun, Djaduk mengemas pagelaran Jazz sebagai pagelaran musik rakyat. Oleh karena itu, sebagai musik rakyat, maka acaranya dikemas dalam suasana kerakyatan juga. Berbeda dengan pagelaran jazz di kota Metropolis, Ngayogjazz yang diprakarsai Djaduk ini diselenggarakan di sebuah kampung, dengan panggung terbuka dan gratis. Tahun ini merupakan hajatan Ngayogjazz yang ke -4 kalinya diselenggarakan. Dan sejak pertama kali diselenggarakan, hajatan ini senantiasa mampu menarik minat masyarakat untuk mengapresiasi musik jazz.

Ngayogjazz tahun ini mengambil tema "Mangan Ora Mangan Ngejazz" (Makan Tidak Makan Asal Nge-Jazz –red), digelar di Desa Sembung, Kecamatan Kasihan, Bantul, Sabtu (15/1). Meski saat pentas dimulai kawasan pagelaran diguyur hujat lebat, namun hal itu tak mengurangi antusiasme masyarakat untuk mengapresiasi musik yang oleh sebagian orang masih dianggap "rumit". Ribuan masyarakat berbagai usia berduyun-duyun mendatangi pelataran rumah Perupa Djoko Pekik tempat pagelaran berlangsung. Untuk lebih memperkuat nuansa Ngayogjazz ini sebagai pesta seni rakyat, pagelaran dibagi dalam  beberapa panggung yaitu Panggung Siter, Panggung Tambur dan Panggung Slompret. Suasana semakin meriah dengan adanya Pasar Jazz yang menjual aneka souvenir dan makan tradisional.

Tema yang diusung dalam pagelaran ini juga seolah ingin menggambarkan semangat kegotong royongan masyarakat Jogja yang sangat istimewa, bahwa uang bukan satu-satunya solusi menyelesaikan semua masalah. Namun, sebuah semangat pembangun rasa solidaritas yang justru semakin kuat tumbuh di lingkungan masyarakat Jogja. Meski digelar dalam suasana kerakyatan, namun para musisi yang tampil dalam pagelaran ini adalah para musisi jazz berkelas. Beberapa musisi yang tampil antara lain Caseiro, Simak Dialog, Iga Mawarni, Syaharani, Glen Fredly, Gugun Blues Shelter serta beberapa komunitas jazz lokal lainnya.

 

Gratis
Event Director Ngayogjazz, Djaduk Ferianto menyatakan bahwa panggung terbuka dan tanpa tiket masuk akan menjadi ciri khas Ngayogjazz. Meski demikian, pihaknya berharap masyarakat tetap mampu menghargai pagelaran ini sebagai sebuah karya seni. Antusiasme masyarakat untuk dapat hadir menyaksikan pagelaran ini saja sudah merupakan penghargaan yang tak ternilai harganya bagi para musisi yang tampil. Meski demikian, saat ini Djaduk juga tengah memikirkan satu sistem penghargaan terhadap sebuah karya seni yang tidak terkesan materialistik. "Misalnya saja, memakai sistem saweran atau semacamnya," ujar Djaduk.Djaduk juga menyatakan, pagelaran ini mencoba memberikan pemahaman bahwa jazz bukan sekadar musik, melainkan sebuah perilaku. Jadi kehadiran seseorang di pagelaran itu meski hanya sekadar jajan, termasuk sebuah cara ber-jamz session.

Last Updated on Wednesday, 01 June 2011 07:50
04 Jan
E-mail Print PDF

 

danieljogja

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Ada wajah haru yang tak mampu disembunyikan Daniel Sahuleka, melihat betapa parahnya lokasi bencana Merapi. Penyanyi  Belanda yang populer dengan lagu "Don’t Sleep Away" itu mengaku prihatin dan sedih melihat kondisi para pengungsi. "Aku tak bisa bilang apapun. Sungguh aku sangat sedih melihat mereka," ujar Daniel Minggu (2/1) di Jogja.

Last Updated on Wednesday, 01 June 2011 07:50
02 Oct
E-mail Print PDF

pak_nano_s

 

Kalau cinta, bang//Bukan ketok magic//Ditutup-tutup pantang dilirik//Cinta terasa asyik//Berbunga-bunga saat dipetik//Kalau cinta, bang//Bukan super market//Mengada-ada biar kepelet//Cinta kan tetap lengket//Tak akan pudar walau kepepet...”

Pernahkan Anda mendengar sebagian kutipan lagu tadi? Lagu tadi berjudul “Cinta Ketok Magic” yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut  Evi Tamala pada 1992 lalu. Adalah almarhum Nano Suratno yang menciptakan lagu itu. Selain lagu “Cinta Ketok Magic”, beliau juga menciptakan lagu  “Kalangkang” (Bayangan) yang dipopulerkan oleh Nining Meida pada 1989, dan “Cinta” yang dinyanyikan oleh Hetty Koes Endang. Lagu Cinta Ketok Magic dan Kalangkang meraih HDX Award tingkat nasional, sebab meledak di pasaran.

Last Updated on Wednesday, 01 June 2011 07:50

Page 1 of 4



Twitter Updates