Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Eksklusif - Wawancara dengan Jamal D. Rahman "Takut Amat Buku Itu Paling Berpengaruh?"

BUKU 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh menjadi bom kontroversi di media sosial hingga melahirkan gerakan petisi penolakan peredarannya. Buku ITU dinilai cacat sejarah oleh beberapa sastrawan dan kritikus sastra karena memasukkan Denny JA yang…

Eksklusif - Wawancara dengan Jamal D. Rahman Eksklusif - Wawancara dengan Jamal D. Rahman

Cerpen: Panggil Aku Pahlawan Penghianat

      Ribuan, bahkan jutaan manusia memenuhi Taman Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sukamenang. Sebuah Desa yang berada di ujung Negeri Indonesia. Puluhan orang yang menggotong keranda kematian, saling silang untuk mengganti sudut pemikul keranda. Mereka…

Benarkah Tak Ada Karya Sastra Indonesia yang Mendunia Selama 100 Tahun?

Bulan Februari 2013 ini, ramai dibicarakan soal polemik Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, dengan Damar Juniarto alias Amang Suramang, seorang publisis dan moderator komunitas baca Goodreads. Polemik berawal, ketika Damar menulis sebuah artikel di…

Puisi-Puisi Sarah Monica

SANG PEMBURUDengarlah, hai sang penguasa waktu;tanahMu berhutang atas tiap denyut yang darahku getarkan,lautMu mengemis dari tiap garam yang aku teteskan,dan di puncak ubun-ubunku, langitMu tidak lagi merajaatas takdir yang kugoreskan sendiri di urat keningku.Di mana…

Tarian Kata - kata: Bedah Buku dan Pertunjukan Puisi Badruddin Emce

Hanya para pendendam tega menyalahkanmu,lalu menangkapmu, memenjarakanmuseumur puisi.IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Baris-baris dalam puisi Diksi Para Pendendam itu dibacakan di depan puluhan hadirin dalam acara Tarian Kata-Kata: bedah buku dan pertunjukan puisi Diksi Para Pendendam karya…

Search
Search Keyword: Total 9 results found.
Tag: Budaya Ordering

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Raungan sirine terdengar mengaum memekakkan telinga. Ratusan pengunjung yang hadir di tepi sungai Bedog pun menutup telinga mereka. Sementara itu di atas rakit perupa Joko Pekik melarung sebuah lukisan "Celeng" (babi hutan) di aliran Sungai Bedog yang sangat deras. Sementara itu, di sisi yang lain, puluhan penari secara ekspresif menyuguhkan pementasan Opera "Wayang Milenium".

"Saya ingin mencoba dan memahami mengapa begitu banyak orang melakukan

kejahatan dalam nama identitas," -- Amin Maalouf, In The Name of Identity

 

Pada tahun 2001 seorang perupa kenamaan Indonesia, Entang Wiharso, membuat sebuah pameran tunggal bertitel “Nusa Amuk”. Pameran di Bentara Budaya dan Taman Budaya Jogjakarta yang dikuratori oleh Jim Supangkat dan ko-kurator Suwarno Wisetrotomo ini merupakan sebuah refleksi atas beberapa kejadian, khususnya di sekitar era reformasi 1997-1998, dimana banyak terjadi kasus kekerasan fisik dan konflik berdarah di Indonesia yang cukup menggegerkan dunia internasional. Sekitar tahun 1996-2001 Indonesia memang tengah mengalami masa pergolakan yang cukup luar biasa. Ambruknya penguasa rezim Orde baru Suharto didahului oleh krisis moneter dan disintegrasi sosial yang melahirkan serangkaian kerusuhan; demo mahasiswa dan masyarakat, penjarahan, pembakaran tempat ibadah, pemerkosaan etnis tertentu (terutama Tionghoa) dan ketika akhirnya Suharto mengundurkan diri, meletus beberapa kasus perang antar etnis yang mengancam keutuhan bangsa. Media-media internasional menyebut peristiwa kekerasan berdarah itu sebagai Amok. Sebuah suku kata dalam bahasa melayu yang berarti kemarahan yang luar biasa dan tidak bisa terjelaskan oleh akal sehat.

Gaya Taufiq Ismail Membungkam…

IndonesiaSeni.com, Jakarta - Untuk kepentingan “dakwah”-nya, Taufiq Ismail telah menggunakan pengaruh teman-teman dekatnya untuk membungkam apa yang dia tuduhkan sebagai orang-orang “Lekra generasi ketiga.” Stigma lama ini menimpa anak-anak muda yang bergabung dalam Bumi Tarung Fans Club, yang menyelenggarakan acara diskusi senirupa, sebagai bagian dari kampanye informasi publik menyongsong ulangtahun ke-50 dan pameran akbar Bumi Tarung, yang akan digelar di Galeri Nasional, Jakarta, September mendatang.

Citra Negatif "Kota Kembang"

 

 

IndonesiaSeni.com, Bandung - Kota-kota di Indonesia memiliki julukan masing-masing, sesuai karakteristik dan sejarah kotanya. Kalau Yogyakarta dijuluki kota pelajar, karena banyak menghasilkan intelektual dan cendekiawan, dan Surabaya dijuluki kota pahlawan karena aksi heroik masyarakatnya pada masa revolusi fisik dulu, maka Bandung dijuluki kota kembang. Julukan Bandung sebagai kota kembang terdengar manis di telinga siapa saja yang mendengarnya. Namun, apakah yang dimaksud dengan istilah kota kembang ini? Identikkah Bandung dengan kembang?

Melawan Arogansi Dengan Kirab Budaya

 

 

IndonesiaSeni.com, Yogyakarta - Jogja memang istimewa. Ketika polemik  status keistimewaan Propinsi DIY tak juga ada kejelasan, rakyat pun melawan. Tidak dengan  sikap anarkis dan angkat senjata, tetapi dengan sebuah Kirab Budaya. Ini sebuah perlawanan khas rakyat Jogjakarta, yang telah terbukti mampu melindungi Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat dari cengkeraman penjajah Belanda. Sebuah prosesi perlawanan rakyat yang berlandaskan falsafah Jawa "nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake". Dan momentum perlawanan ini akan terus digemakan masyarakat Jogja, manakala pemerintah pusat  masih saja bersikap arogan dan tak mendengar aspirasi rakyat Jogja.

Sanggar Motekar dan Pewarisan Seni Tradisi Sunda

 

 

Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini ibarat Kabayan yang linglung di tengah kesibukan kota metropolitan. Terjadi krisis budaya akut di sini. Tapi di tengah gejala itu, berdiri sebuah sanggar yang punya tujuan luhur: mewariskan seni tradisi Sunda. Sanggar tersebut bernama Motekar.

Menengok Kesibukan “Kota Ceria Wonder Land”

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Ada kesibukan yang tak biasa di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (16/1). Lokasi yang biasanya sepi, tiba-tiba penuh dengan hingar bingar ratusan anak dan berubah menjadi sebuah kawasan elit nan sibuk dengan nama baru “Kota Ceria Wonder Land”. Di kota ini selain kawasan pertokoan, juga ada Bank, Kantor Imigrasi, Kantor Polisi dan Kantor Dinas Kebersihan. Semua penghuninya taat aturan sehingga siapapun yang melanggar aturan seperti: tidak mempunyai paspor, membuang sampah sembarangan atau berbuat onar dipastikan akan ditangkap oleh seorang “Kapoltacil” atau Kepala Polisi Kota Kecil yang usianya baru sekitar 5 tahun.

Sepeda Laba-Laba Menarik Perhatian Pengunjung Biennale Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta – Ada yang menarik perhatian pengunjung pada pembukaan Biennale Anak 2010 di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat, (15/1). Selain karnaval dan pentas kesenian anak-anak, perhatian pengunjung tertuju pada atraksi Sepeda Laba-Laba. Kendaraan yang dirangkai menggunakan mesin diesel dengan roda yang terbuat dari bambu itu berjalan dengan menggunakan prinsip dasar robot. Tapi jangan salah, meski menggunakan prinsip robot, hebatnya, semua jari-jari laba-laba ini terbuat dari bambu.

”Biennale Anak 2010” Kegiatan Seni Untuk Anak

 

 

Indonesiaseni.com, Yogyakarta - Sebagai upaya memberi ruang bagi anak untuk berani mengekspresikan  diri dalam bidang seni, Taman Budaya Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Biennale Anak  2010. Kegiatan yang bertema ”doKuMEnkU” ini diselenggarakan mulai 15 - 22 Januari 2010 di Taman Budaya Yogyakarta dan akan dibuka oleh Permasuri Kraton Yogyakarta GKR Hemas.